CSR di Indonesia ?

Penerapan CSR di Indonesia juga semakin banyak dilaksanakan. Sebagai bangsa yang memiliki akar budaya gotong royong dan kekeluargaan, bangsa Indonesia sebenarnya telah lama melaksanakan nilai-nilai Social Responsibility yang tercermin dalam sila-sila di Pancasila. Sedangkan dalam praktek dunia usaha di Indonesia pelaksanaan CSR sudah sejak lama dilaksanakan olah perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap Sustainable Development. Tetapi pelaksanaan CSR tersebut masih cenderung dilaksanakan untuk memenuhi kepentingan eksternal perusahaan. CSR lebih berorientasi pada pemangku kepentingan yang berada di luar lingkungan perusahaan (Tzai, 2009). Banyak peneliti juga telah menjelaskan bahwa salah satu tujuan penting dari kegiatan CSR kepada stakeholder eksternal perusahaan adalah bahwa perusahaan akan mendapat nilai tambah atau asosiasi yang positif, reputasi, seta citra yang baik di mata masyarakat ataupun pihak eksternal lain.

Dalam perkembangannya, CSR di Indonesia sudah mulai mampu mengakomodir berbagai stakeholder. Dalam konsep CSR memuat komponen-komponen tanggung jawab ekonomi, legal, etika dan filantropis (Kartini, 2009). Sehingga perusahaan tidak saja bertanggung jawab untuk menghasilkan keuntungan bagi kelangsungan usahanya tetapi juga harus mentaati hukum dan memiliki etika yang benar dalam berperilaku. Ini menjadikan CSR adalah voluntary act bagi semua perusahaan.

Pemerintah Indonesia di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Undang-undang nomor 40 tahun 2007 tanggal 16 April 2007 tentang Perseroan Terbatas yang memuat bab khusus tentang CSR yang diistilahkan sebagai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam pelaksanaannya, UU tersebut diturunkan dalam sebuah Peraturan Pemerintah nomor 47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Dengan dikeluarkannya UU dan peraturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran perseroan dalam pelaksanaan TJSL. Sehingga CSR yang semula memiliki filosofi sebagai voluntary act, kini menjadi mandatory act.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s